15.11.23
[1] • Aku mencintaimu. Kapan kamu sadar, itu adalah hari terakhir aku mencintaimu.
Seumur hidup, cobalah sekali saja merasakan cinta dalam diam. Atau mungkin, sekarang kamu juga sama denganku? Atau mungkin, kamu telah menjadikannya sebagai bagian dari masa lalu?
Itulah aku saat ini. Membisu terhadap perasaanku sendiri.
Aku mencintainya, tetapi aku tidak ingin dia tahu. Aku hanya ingin melihatnya bahagia dan memberikan segala sesuatu yang masih bisa kulakukan untuknya.
Ada begitu banyak alasan yang membuatku harus begadang hanya untuk memikirkannya. Salah satunya adalah perasaan bahwa aku tidak layak untuknya. Bukan karena aku ingin merendahkan diriku sendiri, tetapi karena aku merasa belum memiliki apa-apa yang bisa membuatnya beruntung telah memilihku.
Aku sadar, aku juga memiliki banyak hal yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Namun, aku tetap berharap bisa menjadi seperti mereka. Bahkan, terkadang aku memaksa diriku untuk menjadi seseorang yang kuanggap lebih pantas untuknya. Seseorang yang mungkin sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Pada akhirnya, aku sampai di titik ketika aku memutuskan untuk memendam semuanya.
[2] • Aku ingin mengubah diriku demi dia.
Keputusan ini mungkin seharusnya tidak pernah kuambil. Sebab, bagaimana jika suatu hari nanti semua usahaku berakhir sia-sia? Bagaimana jika setelah aku berubah, setelah aku menjadi seseorang yang menurutku pantas untuknya, dia tetap tidak memilihku?
Apakah dengan berubah, dia benar-benar bisa menjadi milikku?
[3] • Kenyataan itu benar-benar tidak pasti.
Aku takut gagal. Bukan karena aku takut kehilangan kesempatan untuk memilikinya, tetapi karena sejak awal, yang kuinginkan hanya satu: melihatnya senang, melihatnya bahagia, dan berada di dekatnya ketika dia sedang sedih.
Hanya itu yang bisa kulakukan untuk membuat perasaanku sedikit lebih baik.
Meskipun aku tahu, pada akhirnya, mungkin akulah yang akan terluka oleh perasaanku sendiri.
Komentar
Posting Komentar